egois…

hufhh….!! matahari terasa sangat ganas. Jam sudah menunjukkan pukul 12.00 tepat. Kulitku terasa terbakar. Tak daya, kuhentikan motorku di warnet dekat kostanku, terasa adem di sini, sejenak ku lepas rasa gerahku…
tak terasa sudah 17 hari aku lewati puasa ramdhan ini, tak terasa berat. Hanya mungkin pengaruh cuacalah yg bgitu menggoda iman..
terik matahari merayuku tuk tidak bnyak beraktifitas, membuatku malas. bahkan kapasitas beribadahku pun sedikit demi sedikit mulai menurun…tak sesemangat ketika hari-hari awal Ramadhan. hhahaha…. batinku kembali mengejekku, ternyata aku belum kuasa melawan egoku tuk lbih menjalankan prinsip….aku telah kalah beberapa langkah. Huh, ku berhenti sejenak tuk menarik nafasku, lalu kembali berjuang meningkatkan semangatku menjalankan ramadhan ini….

beberapa hari blakangan ini, aku bgitu terpengaruh dngan suasana di sekitarku. Terlalu banyak kegiatan, hidup yg masih terlalu ingin “hepi-hepi” membuatku lalai….
tadarus Qur’anku mulai menurun… shalat-shalat sunnatku mulai bolong-bolong, ntah bagaimana ku harus menghilangkan rasa malas ini. padahal katanya setan di belenggu ketika bulan ramadhan ini, lantas apa yg membuat rasa malas akan ibadah datang padaku selain dari keegoisanku sendiri? Rabbi..maafkan hamba-Mu ini…!

egois…..egois…aku memang masih terlalu egois! ntah bagaimana melawannya….
huh..inilah salah satu sifat manusia yg begitu menghancurkan. Jika tak dikendalikan, sia-sialah hidup ini….

ramadhan..oh ramadhan…;)

tak terasa, sudah sembilan hari ramadhan kulalui.
ada perasaan haru tersendiri yang kurasa, dan bahagia itu sudah pasti! karena untuk ramadhan kali ini ntah mengapa terasa lebih menyenangkan dari tahun-tahun sebelumnya. mungkin karena ku mulai memegang teguh prinsip yg telah dalam ku camkan, tak mau ku sia-siakan ramadhan. takkan lagi kulewatkan ramadhan dengan hal yg tak berharga….
mungkin ramadhan kali inilah yang bisa membuatku “terarah” menuju jalan yg lebih baik, yang disebut taqwa.

rasa lapar dan dahaga mungkin mudah kuatasi, itu tak begitu bermakna. karena bagiku, yg tersulit dalam menjalani ramdhan ini adalah mengatasi sebuah masalah yg dinamakan “hawa nafsu”.
yap, itu sangat sulit. bukan hanya aku, tak jarang orang-orang lain pun dapat menaklukan masalah yg satu ini dengan gemilang. toh hawa nafsu itu sudah menjadi skandal terbesar manusia yg mungkin telah menjadi darah dan daging yg sulit dibuang…
karena terkadang hawa nafsu tampak begitu “cantik”, hingga dia sukses menjadi penguasa akan batin dan raga manusia. terlebih di bulan yang penuh dngan barakah ini…

tak mudah memang mengatasi masalah yg terkait dngan hawa nafsu itu, dan dalam perjalanan ramdhanku… tak jarang kuhadapi masalah ini. miris hatiku memang. tapi aku kembali melihat pada prinsip yg telah kupertahankan sebelumnya, “jangan pernah kalah!” , tiap masalah pasti ada penyelesaiannya..termasuk si “hawa nafsu” tersebut. bagiku tak mudah jika ingin mendapat gelar “muttaqin”, harus ada perjuangan dan pengorbanan untuk meraih itu semua.

semua berawal dari mata… dari mata itulah stimulus-stimulus di teruskan ke otak yang nantinya akan mempengaruhi “hati” dan “jiwa” kita hingga lahirlah hawa nafsu tersebut.
hal yang terbaik jika kita ingin mendapatkan ramdhan yg sempurna adalah menundukkan mata, jagalah pandangan! dan hati pasti akan terjaga…
kemudian berikan asupan-asupan jiwa dengan lebih bnyak mengingat Rabb, tadarus dan memperbanyak shalat malam dan salat sunnat lainnya…

ada empat hal yang begitu dianjurkan ketika ramadhan, yang niscaya akan lebih mendekatkan kita kepada Sang Pencipta dan menjadikan ramdhan terasa lebih sempurna. 4 hal ini slalu aku dengar pada tiap ceramah saat ku menjalani tarawihku di mesjid.
1. perbanyak tadarus Al-quran, dengan memperhatikan fashahah tajwidnya
2. jagalah perkataan
3. memberikan makanan pada orang-orang yg kelaparan dan tak mampu menyediakan mkanan tuk berbuka
4. shaumu ramdhan, yaitu berpuasa dngan meninggalkan semua hal yg dapat membatalkannya.

ramadhan yg sempurna apabila dijalankan dengan hati yg bersih dan ikhlas. jangan pernah merasa berat. pegang teguh prinsip agar ramdhan tahun ini tidak sia-sia dan lebih baik dari tahun sebelumnya. raihlah gelar muttaqin, layaknya kita meraih gelar ” cum laude” ketika kita menjadi seorang sarjana.
raihlah gelar cum laude sebagai muttaqin di mata Allah…

muhasabah diri..

Kamis, 13/08/2009. Banda aceh.
Hidup adalah realita yang bepurtar. Slalu berubah beriring dngan sgala tingkah pelakonnya. Orang2 katakan, hidup itu anugerah yg tidak pantas disia-siakan. Hidup diukur dalam perjalanan waktu, panjang jarak yg ditempuh dan seberapa besar usaha untuk mengayominya. Tiap detik waktu yg kita habiskan, tiap senti jarak yg kita tempuh dan tiap newton daya yg kita keluarkan untuk sebuah kehidupan begitu berarti. Karena hidup tak bermakna jika kita tak melakoninya dengan baik. Hidup adalah panggung sandiwara, pilihan dimana kita harus memilih tuk menjadi tokoh protagonist atau antagonis. Pilihan untuk manjadi berarti ataukah tidak berarti.
Inilah yang aku rasakan skarang, ketikaku merasa hidup ini menjadi tak berarti. Tentunya kamu tau bagaimana bentuk sebuah patung? Yup, itulah aku yang dapat diibaratkan sebuah patung. Berwujud tapi tak bergerak, terdiam tanpa bisa berbuat banyak. Raga boleh saja ada disini, berwujud, bergerak-gerak sesuka hatinya. Tapi jiwa ini terasa hampa tak bermakna. Kosong. Melayang-layang entah kemana, membuat raga menjadi tak bermakna. Tak elak batinku mengejekku : “ kau tak ada bedanya dengan sebuah Barbie sayang! Hanya bisa dipermainkan, tak pernahkah terbersit olehmu tuk membuat hidupmu jadi lebih bermakna? Kau hanya boneka bloon, terduduk diam tak berarti!”
Siapalah diriku ini!!!
Terlihat olehku selembar kertas ptih polos. Mungkin itulah aku, bak kertas putih kosong yg diisi oleh coretan-coretan yang tak jelas bertuliskan apa. Kertas putih yang telah robek, ksut tak berbentuk karenaku tlah membiarkan tangan menorehkan tinta yg salah pada kertas itu. Dan inilah diriku, kertas putih yg telah hancur, sebuah Barbie usang tak menarik.
Kau lihat dirimu skarang put!! Hhh..betapa menyedihkan, cupu , seolah-olah kamu kehilangan sebelah sayapmu. Kau kemanakan semngat dan komitmenmu yg menggebu2 itu?? Benarlah jiwamu telah hilang, meninggalkan raga yang kosong tak lagi berpenghuni. Sudah saatnya kau menyupplai kembali ragamu itu sayang! Panggillah kembali jiwamu yang telah bermain-main meninggalkanmu, karena diakan kembali jika kau memanggilnya kembali.
Jiwamu itu telah kotor sayang! Lupakah kamu pada pelajaran psikologi yang pak Darwis ajarkan?? Raga dan fikiranmu tak berarti jika jiwamu itu tak kau pedulikan. Panggillah jiwamu kembali kealam bawah sadarmu itu, kendalikan jiwamu itu sayang! Bersihakn dia dari debu2 jalanan. Jgan kau biarkan raga dan fikiranmu itu kembali hampa.
Baiklah…! Mungkin slama ini aku telah terlalu berleha-leha, dimanjakan oleh hidup. Dan aku memang pantas menyandang gelar tokoh paling buruk dalam menjalani naskah sandiwara hidupku ini. Aku biarkan diriku ini retak, menjadi sorang manusia yang begitu pesimis terhadap dirinya sendiri. Tak ada yg bisa kubanggakan dari diri ini, buat apalah IP 3,86 yg tertoreh di atas lembaran kertas itu? Tak penting!! Karena tak ada yg berubah dari hidupku ini, dan aku masih menganggap diriku ini sebagai parasit bagi orang-orang disekitarku.
Aku tau, kalau aku bgitu lemah. Tak berani menerima tantangan yg ada, tak berani komitmen pada prinsip. Dan aku, masih bersembunyi dibalik topeng yg menutup wajah asliku. Bahwa aku tak seperti orang-orang fikirkan. Aku slalu merasa lebih buruk dari yg mereka anggap. Maaf, aku terlalu pengecut untuk menampakkan siapa diriku sebenarnya.
Dalam setiap sujudku yang tak jelas dan tak pernah bisa kutingkatkan sepenuhnya. Dalam tiap doaku yg slalu sja terputus oleh rayuan-rayuan yg bgitu hina. Dalam setiap harapku dan hasratku tuk membentuk diri yg tak pernah bisa sempurna. Hatiku slalu sja bermohon dan tersedu-sedu meminta kepada-Nya untuk memberiku kelapangan… agar aku bisa tegar menghadapi semua sisi buruk yg ada dalam diriku ini. Sisi yg slalu saja menjadi raja penguasa hatiku ini..sisi yg telah membuatku begitu malu, karena mnjadikan ku bgitu angkuh dan mlupakan sang pencipta-ku…
Kenapa jiwaku ini tak pernah merasa tenang???
Rabbi, biarkan hamba-Mu ini mengarungi nasib yg belum pasti arah dan tujuannya ini. Tapi jnganlah sesatkan hamba Rabb. Karena aku tak mampu mencari arah yg begitu bercabang menghadangku nantinya. Jgan pilukan hamba Rabb, karena hati ini masih begitu lemah akan iman…
Rabb, aku masih ingin mengingat-Mu, walau ku masih sering lupakan Kewajiban2ku. Aku takut akan nerakaMu, walau surga tak pantas bagiku.
Rabbi, Tuhanku..Maha pengatur sgala ketenangan dan kegelisahan jiwa. Jgan biarkan hamba jauh dari-Mu, karenaku takkan mampu.
Bangkitkanlah komitmen dalam diriku ini wahai Tuhan yg maha pengasih…
Bebaskan hatiku dari selaput yg membungkusnya. Bukalah topengku…dan segarkan jiwa dan ragaku agar dapat berpadu menjalankan hidup dengan semestinya.

HAMPA

inilah aku dengan perjuanganku…
inilah aku dengan smua jerih payahku..
inilah aku, dengan seluruh pertahananku…
inilah goreh perjuanganku untuk melawan egoku, ego hina seorang manusia… melawan semua keinginan yg tak nyata..! hampa….
walaupun mereka slalu memandangku dari dunia mereka, tapi mereka tak pernah tau… bahwa inilah aku ! yang sedang bertahan kokoh dalam angan-angan yang tak jelas…
dan tak ada seorang pun dari mereka yg dapat menjangkau maksudku..! BELUM ada…!!

ayo berjuang…

senin(17/05), hari itu aku kembali melangkahkan kakiku ke tempat itu. tak terasa sudah hampir sebulan aku tak pernah lagi berkumpul bersama mereka, mereka teman-teman sperjuanganku, sebagai para jurnalist muda, calon kuli tinta yang akan handal kelak.

perbincangan hari ini memang terasa agak rumit, mengingat ini perjuangan mati-matian kami untuk tetap mempertahankan lembaga pers mahasiswa yang baru beberapa bulan kami dirikan. Dana penerbitan, sudah rentan menjadi masalah utama sebuah lembaga pers mahasiswa. tak ada dana, maka buletin takkan pernah terbit. Pun begitu, apakah hanya dikarenakan permaslahan ini maka LPM harus goyah??? aku rasa bukan..!!

sebagai seorang jurnalis, hal yang paling penting dipertanyakan adalah diri mereka sendiri. Apakah mereka siap untuk menjadi seorang jurnalis? apakah mereka siap dikejar-kejar deadline sedangkan berita tak kunjung datang? atau apakah mereka benar-benar memiliki keinginan untuk menulis? ini yang sulit dipertanggungjawabkan, permasalahan itu datang dari diri kita sendiri, datang dari tiap-tiap anggota itu sendiri.

Malas, ogah-ogahan, hal ini yang paling sering dirasakan. Padahal, dalam sebuah penerbitan bukan dana yang paling utama difikirkan. Tapi berita yang akan dipublikasikan itu yang harus diutamakan. Tingkatkan semangat untuk mencari berita, tingkatkan mutu dan kualitas berita. setelah itu, baru fikirkan cara untuk mempublikasikannya..

terakhir kalinya, yang patut diperjuangkan bagi jurnalis.. dan teman-teman seperjuanganku semua… bercerminlah pada diri kita sendiri, optimist dalam segala tindakan. Lawan rasa malas! Demi kelangsungan pers mahasiswa.. lets improve ability…..

lupakan saja itu..

maafkan aku jika hatiku tak lagi untukmu..
maafkan aku jika ku akan melupakanmu..
karna kaulah yang memberikanku pilihan untuk melepasmu..
kini hatiku tlah bebas, mungkin seperti angin… bergerak kemanapun yang aku suka!
biarlah cinta itu datang ataupun pergi begitu saja.. karena aku takkan pernah perduli lagi.
Aku punya Tuhan yang aku cintai, dan mencintaiku….Allah, Rabbi…Yaitu maha cinta. aku yakin, jika ku tetap bertahan akan cintaku kepada-Nya… maka aku pun akan mendapatkan cinta sejati yang takkan pernah hilang meninggalkanku lagi. cinta sejati dari sang Maha cinta…. cinta makhluk yg hina dina ini… demi kelengkapan ibadah terhadap sang pencipta.

PENDAPATKU TENTANG CINTA..

knapa semua orang mengejar-ngejar cinta? knapa semua orang tak betah kesepian? kenapa semua orang begitu mengagung-agungkan cinta ? jika seseorang telah jatuh cinta…maka dalam waktu itu juga ia akan terjajah oleh cinta!

jatuh cinta…….katanya membuat hati kita berbunga-bunga, tapi apa yang terjadi jika cinta ditolak?? segala rasa yang di alaminya ketika jatuh cinta hilang begitu saja tak berbekas..!

cinta adalah anugerah yang tak dapat ditolak kedatangannya. cinta harus diperjuangkan. cinta harus dijaga. akan tetapi, apakah cara kita untuk memperjuangkan cinta tersebut bisa dikatakan benar?? kerap kali kita memperjuangkan cinta hanya dengan mengutamakan “id” atau keinginan kita, hingga cinta tak terasa murni lagi. nah, jikalau begitu akan sangat menyakitkan bila cinta yg kita miliki itu tak berpihak pada kita.

cinta adalah sebuah ketulusan. jika kita jatuh cinta kepada seseorang yang kita cintai, kembalikan rasa tersebut kepada Sang Pemilik cinta. serahkan semua urusan hanya kepada-Nya. Berdoa dan berjuang itu harus. tapi semuanya harus didasari atas sebuah “niat” yang didasari oleh Allah, Sang Maha cinta. dan semua pastikan terasa indah.

dimana arti ketulusan cinta jika hanya didasari oleh keinginan untuk memiliki? rasa memiliki tidak akan terasa sempurna jika tidak diiringi oleh rasa untuk menjaga cinta tersebut. JAGALAH KEMURNIAN CINTA SEBAIK MUNGKIN…………..

subuh yang menggoda

sunrise_wallpaper-1152x864

Aku tersentak. Dengan malas aku melirik jam yang ada di dinding kamarku, waktu menunjukkan pukul 06.30. aku mengeluh, sesal yang kurasa karena aku telah melewatkan waktu subuh yang sangat singkat itu. Tapi aku beranjak juga ke belakang untuk berwudhu, toh katanya kewajiban salat itu tidak ada disaat kita sedang tertidur hingga terbangun kembali. Lebih baik aku menunaikan ibadah wajibku ini walaupun pahalanya mungkin tak banyak lagi. Mengapa shubuh sangat menggodaku ya?? waktu subuh sukses membuatku terkantuk-kantuk menjalankan ibadah terhadap sang Rabb, bahkan tak hanya aku, masih banyak kaum muslimin diluar sana pun yang “tergoda” dengan nikmatnya waktu shubuh, nikmat untuk tetap memejamkan mata hingga ibadah pun terlewatkan. tragis…

Iris hatiku melihat kondisi yang seperti ini. Mengapa umat islam sekarang ini begitu lemah untuk menunaikan salat subuh? Jika salat pada waktu-waktu yang lain bisa ditunaikannya, subuh justru sangat berat.

Kekuatan ummat islam sebenarnya diukur dari intensitas salat subuhnya. Para ulama mengatakan bahwa islam akan kuat dan kokoh ketika shaf yang ada di mesjid ketika salat shubuh berjama’ah dilakukan bisa lebih dari dua shaf. Dan hal ini sangat sulit didapati sekarang, mesjid terlihat kosong. Bahkan tak hanya diwaktu subuh, diwaktu-waktu yang lainnya juga mesjid begitu sedikit dikunjungi. Mungkin 10% dari masyarakat islam di sekitar mesjid tersebut yang mau menunaikan salat berjamaah disana. Tragis, hal inilah yang membuat islam tak lagi berjaya seperti sejarah-sejarah islam yang pernah diceritakan.

Shubuh menjadi ukuran keimanan seseorang. Jika dia dapat menunaikan ibadah salat shubuh tepat pada waktunya, tentulah salat-salat diwaktu lainnya mudah ditunaikannya. Shubuh itu begitu berharga, karena pada waktu inilah malaikat turun menurunkan keberkahan bagi kita, melihat segala aktifitas yang kita lakukan, dan mengamini doa-doa kita agar mendapat ganjaran yang setimpal dari Allah SWT.

Efektifitas pemilu 2009

Tidak terasa dalam beberapa hari kedepan pemilu akan berlangsung. Caleg-caleg pun semakin gencar melancarkan aksi kampanyenya. Di kotaku contohnya, Banda aceh, peralatan kampanye seperti gambar-gambar partai dan caleg terlihat begitu banyak bersebaran. Bagus memang, dengan gambar-gambar tersebut mungkin masyarakat sedikitnya dapat mengenal caleg-caleg yang akan menduduki kursi dewan nantinya. Tidak hanya itu, bahkan di radio-radio juga banyak para caleg yang mempromosikan dirinya, begitu pun di warung-warung kopi maupun di tempat-tempat lainnya banyak caleg yang langsung turun “face to face” menarik simpati masyarakat. Dalam satu sisi aku kagum akan kelincahan caleg ini untuk mendapat hati masyarakat setempat. Tiap-tiap calon legislatif saling bersaing agar masyarakat dapat menganggapnya sebagai yang nomor satu. Yah, perjuangan tanpa henti, semangat ini yang pantas kita kagumi.

Saya justru teringat pada pelajaran yang saya pelajari tadi di kampus. Pada waktu itu dosen saya mengatakan bahwa dalam psikologi komunikasi ada sebuah pendapat yang menyatakan tentang keefektifan sebuah komunikasi. pendapat ini dikemukakan oleh Tubb dan sylvia moss yang mana komunikasi akan dikatakan efektif apabila dapat menumbuhkan rasa pengertian yang benar antar masing-masing pihak, menimbulkan perasaan senang, hubungan sosial berjalan dengan baik, dan segalanya dapat diwujudkan dalam bentuk tindakan yang nyata.

Nah, dari sinilah saya berfikir. Apakah proses komunikasi yang berlangsung pada pemilu 2009 ini telah dinyatakan efektif? Ketika kuliah tadi kami sempat berdiskusi kecil dengan dosen mata kuliah tersebut. Dari hasil diskusi tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh caleg-caleg sekarang ini dapat dinyatakan efektif, tetapi hal ini masih diambang-ambang. Para caleg telah menjalankan semua kriteria keefektifan komunikasi yang dijelaskan oleh Tubb dan Moss tadi. Caleg mencoba semua cara untuk mempengaruhi masyarakat dan masyarakat pun menerimanya dengan suka rela.

Pun begitu, realita menyatakan bahwa walaupun proses komunikasi antara caleg dan masyarakat telah terjalin dengan baik, dimana caleg dapat menunjukkan aspirasinya kepada masyarakat dan masyarakat juga memberikan feedback kepada caleg tersebut. Ada sebuah permasalahan yang justru harus sangat diperhatikan sekarang. Partai dan caleg tersebut boleh saja berbicara, akan tetapi seperti yang kita ketahui keberadaan partai sekarang ini tidak hanya satu, dua ,ataupun sepuluh! Bahkan begitu banyak partai-partai yang terlibat dalam pemilu 2009 ini. Tentu saja ini membingungkan masyarakat, dalam pemilihan nantinya masyarakat dituntut agar memilih salah satu partai dan caleg yang dipercayainya. Padahal mereka mungkin mempercayai beberapa orang caleg dari partai-partai berbeda yang dianggap baik baginya, entah itu kenalan atau saudara mereka. Dan ini menjadi pertimbangan berat bagi mereka untuk menentukan yang mana yang akan dicontreng ketika pemilihan nanti. Saya teringat perkataan salah seorang teman saya, seperti ini katanya : “ kayaknya buat pemilu tanggal 9 nanti aku ga ikutan deh, bingung mau pilih siapa, soalnya banyak banget partai dan caleg tahun ini. Biar saja golput. Yang penting itu ketika pemilihan presiden nanti, baru aku milih!”.

Keberadaan partai politik yang begitu banyak telah menimbulkan permasalahan tersendiri. Selain membuat masyarakat menjadi kebingungan. Sistem politik pun menjadi tidak seimbang. Rasa persaingan yang tinggi antara masing-masing partai muncul. Bahkan persaingan pun justru rentan terjadi antara masing-masing anggota partai itu sendiri yang memperebutkan suara terbanyak untuk memperoleh kursi dewan nantinya. Segala cara pun dilakukan, walau kadang-kadang cara tersebut justru menyimpang dari ketentuan yang ada. Hukum rimba pun berlaku, pihak yang kuat dialah yang dapat menduduki kursi dewan itu.

Jika hal tersebut terjadi, bukankah tujuan dari pemilu sebenarnya telah melenceng? Jika “ego” telah menguasai mereka, pasti ujung-ujungnya masyarakat yang menjadi korban. Masyarakat dituntut untuk memilih, pilihan masyarakatlah yang menentukan posisi pemimpin kedepannya. Jika pilihan masyarakat benar, maka sejahteralah masyarakat. Dan jika salah, berbahagialah pemimpin-pemimpin tersebut di atas kesengsaraan masyarakat.

Akankah masyarakat dapat memilih pemimpin yang benar jika mereka harus dibingungkan dengan pilihan-pilihan yang cukup banyak? Benar atau salah tak ada yang dapat menebak. Bahkan golput pun rentan menjadi pilihan masyarakat.

Jika seperti ini, dapatkah pemilu 2009 dikatakan efektif?wallahu’alam….(31/03)

Apa maunya?

11Apa sih maunya makhluk yang satu itu? Kerap kali dia selalu mengedepankan egonya daripada perasaan. Ya,makhluk yang katanya memiliki persamaan dengan “mars” tersebut sering sukses membuat “venus” merasa bingung, mungkin akibat perbedaan diantara keduanya hingga sulit untuk memahami jati diri masing-masing.

Lelaki adalah makhluk yang paling tak betah dengan rasa kesepian. Rasa itu selalu saja menguasainya agar terus menerus mencari “sesuatu” untuk mengisi kesepiannya tersebut. Walau untuk mendapatkan itu semua dia selalu mengedepankan egonya untuk ”harus memiliki”, mungkin berbagai cara akan di tempuh agar dia tak lagi merasa sepi dalam hari-harinya.

Hal ini acap kali membuat kaum hawa merasa terbebani. Coba bayangkan jika dalam sehari para perempuan harus merasa pusing dikarenakan handphonenya yang terus menerus berdering ntah karena sms yang masuk atau panggilan masuk yang tak pernah putus.

Banyak lelaki yang berusaha mati-matian mendekati wanita pilihannya, segala cara PDKT akan dilakukannya. Dimulai dengan mencari nomor HP, meneleponnya tiap malam, mengawasi semua gerak geriknya bahkan tak jarang mereka mengirim puisi-puisi cinta. Mereka tak pernah lelah melakukan itu semua,terlebih lagi jika wanita yang menjadi incarannya memberikan lampu hijau kepadanya, wuah…semangat yang ada akan semakin menggebu-gebu.

Tapi apa yang terjadi bila proses PDKT yang dilakukannya tidak berjalan dengan mulus? Nah, biasanya lelaki akan lebih memilih untuk mengakhiri perjuangan mereka ini dan mencari target lainnya. Tragis memang, tapi itulah lelaki, jika dia tak berhasil menjadikan cewek incarannya sebagai tambatan hatinya, maka dia akn mencari incaran baru. Mereka tak mau berlama-lama terhadap sesuatu yang tak mungkin di raih olehnya. Easy going aja..

Tapi berbeda dengan kaum hawa, jika mereka tertarik pada lawan jenisnya, mereka lebih cenderung melakukan PDKT tidak secara spontan. Biasanya mereka hanya memancing lelaki yang disukainya tersebut agar lebih duluan menunjukkan perasaannya kepada mereka. Jika perasaannya bersambut ya perempuan akn terus lengket dengan lelaki itu, akan tetapi jika perasaannya tak memiliki respon yang positif maka berteman dan menjaga silaturahmi lebih baik baginya,tanpa harus meninggalkan lelaki yang disukainya itu.

Kondisi yang bertolak belakang antara laki-laki dan perempuan ini ternyata dapat menjadi kendala tersndiri dalam suatu hubungan. Dalam realitanya saja, apabila seorang cowok telah merasa pasrah karna cintanya bertepuk sebelah tangan, perempuan justru ingin hubungan diantara keduanya tidak berakhir begitu saja, dan tentu berteman lebih baik baginya walaupun dia tahu bahwa lelaki itu telah patah hati karenanya. Perempuan tak ingin hanya gara-gara permasalahan cinta hubungan yang awalnya baik menjadi renggang. It’s hard problem friends…

Sebenarnya apa maunya cowok ya? Jika diterima, maka dia begitu mudahnya melupakan perjuangannya ketika masa-masa PDKT dulu. Sikapnya kadang berubah 100%, jika ketika PDKT dia tampil bak pangeran dalam mimpi, setelah mendapatkan apa yang diinginkannya semua kedok aslinya justru terbuka.

Begitu pun jika ditolak, jika sebelumnya kata-kata cinta tiap detik diucapkannya. Setelah ditolak, satu yang dii ucapnya “forget her!”,seolah-olah semuanya tak bermakna lagi dan dengan mudahnya ditinggalkan.

Jadi, keinginan mereka atas wanita itu didasari oleh apa? Jika Cuma karena rasa ingin untuk memiliki, bukan karena ingin menyayangi setulusnya, dalam hal ini yang patut dikasihani adalah wanita.