senin(17/05), hari itu aku kembali melangkahkan kakiku ke tempat itu. tak terasa sudah hampir sebulan aku tak pernah lagi berkumpul bersama mereka, mereka teman-teman sperjuanganku, sebagai para jurnalist muda, calon kuli tinta yang akan handal kelak.
perbincangan hari ini memang terasa agak rumit, mengingat ini perjuangan mati-matian kami untuk tetap mempertahankan lembaga pers mahasiswa yang baru beberapa bulan kami dirikan. Dana penerbitan, sudah rentan menjadi masalah utama sebuah lembaga pers mahasiswa. tak ada dana, maka buletin takkan pernah terbit. Pun begitu, apakah hanya dikarenakan permaslahan ini maka LPM harus goyah??? aku rasa bukan..!!
sebagai seorang jurnalis, hal yang paling penting dipertanyakan adalah diri mereka sendiri. Apakah mereka siap untuk menjadi seorang jurnalis? apakah mereka siap dikejar-kejar deadline sedangkan berita tak kunjung datang? atau apakah mereka benar-benar memiliki keinginan untuk menulis? ini yang sulit dipertanggungjawabkan, permasalahan itu datang dari diri kita sendiri, datang dari tiap-tiap anggota itu sendiri.
Malas, ogah-ogahan, hal ini yang paling sering dirasakan. Padahal, dalam sebuah penerbitan bukan dana yang paling utama difikirkan. Tapi berita yang akan dipublikasikan itu yang harus diutamakan. Tingkatkan semangat untuk mencari berita, tingkatkan mutu dan kualitas berita. setelah itu, baru fikirkan cara untuk mempublikasikannya..
terakhir kalinya, yang patut diperjuangkan bagi jurnalis.. dan teman-teman seperjuanganku semua… bercerminlah pada diri kita sendiri, optimist dalam segala tindakan. Lawan rasa malas! Demi kelangsungan pers mahasiswa.. lets improve ability…..