“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik ….” (An-Nahl: 97)
Mungkin ayat ini yang sangat pantas kita pelajari untuk menjawab masalah yang akhir-akhir ini sangat marak berkembang.Ini hanya pendapat saya setelah melihat kondisi yang ada disekitar lingkungan tempat saya tinggal beberapa periode ini.
saya begitu prihatin dengan kondisi masyarakat islam yang ada sekarang ini,bagi saya islam itu tidak lebih sebagai suatu lebel keturunan yang dengan asal melekat pada identitas sebagian besar orang-orang tanpa mau memahami arti dan hakikat islam itu sendiri,dan sekarang yang menjadi fokus perhatian saya adalah terhadap perkembangan moral para wanita islam yang amat sangat menyedihkan.Begitu banyak wanita yang menuntut kebebasan hingga mereka menyalahi kodrat mereka sendiri,emansipasi wanita pun begitu banyak digencarkan hingga perubahan-perubahan pun terjadi.Mungkin pengaruh globalisasi telah meracuni pikiran mereka hingga mereka menganggap bahwa sudah tidak layak lagi para wanita hanya berdiam diri di rumah dan dapat menjadi lebih sukses dari mereka yang lelaki.Sehingga tak heran lagi kalau sekarang pun sudah banyak terlihat para wanita yang menggebu-gebu mencalonkan dirinya sebagai anggota legeslatif agar bisa menduduki posisi pemerintahan.
Menurut pandangan saya,para wanita sekarang ini telah lelah dipandang lemah dan selalu berlindung di bawah ketiak kaum lelaki,hingga menuntut perubahan.Tapi perubahan yang terjadi telah begitu banyak melangkahi kodrat yang ada,yang terlihat sekarang ini adalah begitu banyak wanita menuntut agar kedudukannya bisa disamakan dengan lelaki,padahal telah jelas dalam islam dikatakan bahwa tidak ada perbedaan diantara lelaki dan wanita,kedudukan mereka tetap sama dihadapan Allah dan yang menjadi pembedanya adalah tingkat kesholehan dari masing-masing individu tersebut
Wanita dibolehkan berkembang mengikuti perubahan dunia dan mengetahui segala hal yang baik untuk menambah pengetahuannya.Dikarenakan wanita yang sangat berpengaruh dalam keluarga dan dialah yang akan menjadi pendidik bagi anak2nya kelak.Jika wanita bodoh maka yang akan dirugikan juga generasi yang dilahirkan setelahnya tersebut,karena tidak ada yang dapat mengasuh dan memberi pendidikan yang baik terhadap keturunannya itu.Wanita dianjurkan untuk mendalami ilmu pengetahuan,tapi bukan untuk memegang kekuasaan.Wanita diharapkan Bisa mendapat didikan yang baik,karena wanita yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik pula.Tetapi tidak semua hal pantas dilakukan oleh wanita,karena semuanya telah disesuaikan dengan kodrat.ada yang pantas dilakukan pria dan ada yang pantas dilakukan wanita,jika kepemimpinan dipegang wanita apa yang akan terjadi??akan dikemanakan martabat para pria yang slalu dibanggakan itu?ya jika kepemimpinan dipegang oleh wanita maka tidak akan berjalan suatu sistem,itu disebabkan oleh kodrat wanita yang selalu memakai perasaan sebagai senjatanya,bukan pemikiran.Di dalam Islam wanita mempunyai hak-hak : hak memiliki, hak berpendapat, hak menentukan pilihan dan seterusnya. Bahkan di dalam Al-Qur’an banyak “khithab” (panggilan) berbentuk “ya ayyuhalladziina aamanuu” ( wahai orang-oarang yang beriman ), ” ya ayyhuhannas ” ( wahai manusia ), yang mencakup laki-laki dan perempuan. Lebih dari itu Al-Qur’an menentukan wanita sebagai patner laki-laki dalam berdakwah kapada Allah, menegakkan kebenaran dan mecegah kemungkaran ( QS: At Taubah :71) dalam rumah tangga, masyarakat dan negara. Sebagai contoh Al-Qur’an, menyebutkan Ratu Bulqis, yang memimpin kaumnya mengikuti ajaran Nabi Sulaiman, tunduk kepada Allah, (QS: An Naml:44) suatu kepemimpinan yang membawa kebahagaiaan dunia dan akhirat. Umar bin Khattab, pernah menunjuk Asy Syifa binti Abdillah Al Adawiyah sebagai supervisor di sebuah pasar, dan ini suatu contoh kepemimpinan umum.
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…” (QS 4:34).
Sudah sepantasnya wanita sadar akan posisinya tersebut,tidak mempermasalahkan perbedaan yang ada.Allah maha pengatur,tentu saja segala yang di aturnya itu benar.
Yang harus diperhatikan oleh seorang wanita sekarang adalah bagaimana cara menampakkan “inner” yang ada dalam dirinya itu,bagaimana membentuk kepribadian yang halus dan baik.Tidak seperti yang terjadi pada wanita sekarang ini,begitu banyak wanita yang dengan sendirinya merendahkan harga dririnya itu.Mereka bertingkah laku yang tidak pantas hingga membuat mereka begitu dilecehkan,mereka berpakaian semaunya saja hingga mereka dipermalukan dan bahkan dijadikan tontonan umum.Jika hal2 yang tidak diinginkan terjadi pada wanita maka yang akan di salahkan siapa??Seharusnya para wanita bisa memikirkan itu sendiri dan lebih menjaga kehormatannya tersebut.
wanita adalah perhiasan,dan sebaik2 perhiasan adalah wanita yang sholehah
Dan jika kamu seorang wanita yang masih menganggap dirimu berharga,maka hargailah dirimu.Wanita yang berharga hanya diperuntukkan bagi mereka yang mengerti akan kodratnya itu.
Komentar Terakhir